Anggun Cipta Sasmi, penyanyi kelahiran Indonesia yang kini berkarier di kancah internasional, baru-baru ini menghadapi kritik terkait dugaan dukungannya terhadap Israel dalam ajang Eurovision. Kontroversi ini mencuat setelah adanya akun yang menuduh Anggun mendukung Israel karena menunjukkan Anggun memberikan 12 poin tertinggi kepada Israel dalam Eurovision 2023 kembali beredar di media sosial.
Tindakan tersebut memicu perdebatan di kalangan netizen, khususnya yang pro-Palestina, yang menilai dukungan tersebut sensitif mengingat konflik yang berlangsung antara Israel dan Palestina. Keterlibatannya dalam memberikan poin tertinggi kepada Israel menimbulkan pertanyaan tentang posisi dan pandangannya terkait isu politik global.
Sebagai langkah lanjutan, Anggun berencana menempuh jalur hukum untuk menangani pencemaran nama baik yang dialaminya. Ia juga membagikan kembali cuitan lamanya yang menunjukkan dukungannya terhadap korban di Gaza lebih dari satu dekade lalu, sebagai bukti konsistensi sikapnya terhadap isu kemanusiaan. “Berpartisipasi dalam acara sebesar Eurovision Song Contest dan melakukan live tweet tentang acara tersebut di mana saya mengomentari lagu-lagu dan penyanyi dari banyak negara termasuk Israel, TIDAK MEMBUAT SAYA JADI PENDUKUNG POLITIK ISRAEL,” tulis Anggun di akun X.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa Eurovision adalah ajang musik non-politik, dan pemberian poin biasanya didasarkan pada penilaian artistik. Kontroversi ini menyoroti bagaimana tindakan dan pernyataan publik figur dapat dengan cepat disalahartikan atau dipelintir di era digital.
Anggun mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, guna menghindari penyebaran fitnah dan menjaga integritas individu.